Dasarnya: aturan resmi
Lembaga Nasional Bahasa Korea punya aturan penulisan kata asing untuk bahasa Melayu–Indonesia. Pengubah nama kami mengikuti aturan itu. Beberapa contoh:
| Aturan | Hangeul | Nama |
|---|---|---|
| h di akhir tidak ditulis | 파티마 | Fatimah |
| sy → 시 | 아이샤 | Aisyah |
| l di antara vokal → ㄹㄹ | 아울리아 | Aulia |
| ng → ㅇ | 앙가 | Angga |
| f → ㅍ | 피트리 | Fitri |
| akhir s → 스 | 아구스 | Agus |
Konsonan akhir
Huruf p, t, k di akhir suku kata bisa menjadi “batchim” (huruf bawah) ㅂ, ㅅ, ㄱ. Huruf yang tidak bisa jadi batchim mendapat vokal 으, misalnya Agus menjadi 아구스.
Ejaan lama
Ejaan lama seperti oe, dj, dan tj dibaca seperti u, j, dan c. Jadi Soekarno ditulis 수카르노, bukan dari huruf o-e.
Bunyi yang tidak ada di bahasa Korea
Bahasa Korea tidak punya bunyi f dan v, dan r serta l ditulis dengan satu huruf ㄹ. Karena itu hasil Hangeul kadang terdengar sedikit berbeda, tetapi orang Korea akan mengenalinya.
Coba sendiri
Ketik namamu di pengubah nama untuk melihat cara baca per suku kata, lalu bandingkan dengan aturan di atas.
Panduan lain
Diperbarui 2026-10-23